UJIAN PENINGKAT KETAQWAAN

Oleh: Madihah Rushaidhi

Hidup bagaikan ayunan ombak, terkadang di atas, terkadang di bawah. Hari ini senyuman terukir dan kehidupan terasa begitu bermakna, hari esok mungkin ujian menimpa. Berlinanganlah air mata dan kehidupan terasa begitu mencengkam serta mendukacitakan. Begitulah norma kehidupan kita, sentiasa diuji dan teruji.

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

Di saat kita diuji, bagaimanakah kita menghadapinya? Bercakap secara teori dan Continue reading

KEMISKINANKAH YANG KITA TAKUTKAN?

Dari Pengarang Buletin Da’wah Al Wala Wal Bara’, Bandung

Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berdukacita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sehingga ada di antara mereka yang sanggup menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sedikit harta benda duniawi. Ada di antara mereka menemui dukun, tok-tok bomoh dan yang seumpamanya untuk meminta tangkal, jampi-jampi dan sejenisnya daripada mereka. Atau memelihara dan meminta bantuan makhluk halus (jin) dalam usaha untuk mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya untuk kesenangan duniawi yang rendah dan sementara . Nas`alullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

Benarkah kemiskinan yang perlu kita takutkan? Benarkah kemiskinan yang dikhuatirkan oleh Rasulullah s.a.w ke atas ummatnya? Continue reading

KISAH MUALAF INGGRIS, PERCERAIAN TAK MEMBUATNYA MENINGGALKAN ISLAM

Minggu lepas media massa internasional memberitakan bahwa jumlah mualaf di Inggris meningkat pesat, meski agama Islam di negeri itu, seperti umumnya di negara-negara Barat, digambarkan secara negatif dan masih menjadi target kecurigaan masyarakat.

Sensus yang pernah dilakukan di seluruh wilayah Kerajaan Inggris menyebutkan bahwa pertambahan mualaf antara 14.000 sampai 25.000 orang. Tapi sebuah studi terbaru yang dilakukan lembaga think-tank lintas agama Faith Matters menyebutkan bahwa jumlah mualaf di Inggris lebih besar dari estimasi selama ini. Menurut lembaga itu, jumlah mualaf di Inggris mencapai 100.000 orang, dimana setiap tahunnya dipekirakan ada 5.000 warga Inggris yang menjadi orang Islam baru atau mualaf.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan jumlah orang yang menjadi mualaf setiap tahunnya di Jerman dan Perancis. Di kedua negara tersebut, diperkirakan hanya 4.000 orang yang mengucapkan syahadat setiap tahunnya. Continue reading

THE FRUITS OF OPPRESSION

The following is a personal account: There was once a man who hired a worker; this worker would work, day after day, but not receive any payment. One day, the worker demanded his pay, but the employer refused to give him his money. It seems that the employer was in the habit of oppressing people and not giving them their money, to the point that it became a normal practice for him. The worker reminded the employer about Allaah and His punishment, without any results.

The worker started telling others of his predicament, and the news spread, which made the employer become even more oppressive towards him; he wished to get rid of the worker, thinking that by firing him, or deporting him to his country, the case would end. So, sure enough, he fabricated a story against him, the result of which was that the worker was arrested and deported. The employer rejoiced at the result, but he forgot that an oppressed person’s supplications are never turned away by Allaah; He says to the oppressed, in response to his supplications, as in the Qudsi narration: “I swear by my Might and Glory! I shall support you.” Continue reading

SEBAB SEBAB KEHANCURAN UMAT

Pembaca yang budiman! Lembaran kita kali ini akan membicarakan tentang sebab-sebab mengapa Allah subhanahu wata’alamenghancurkan penduduk sebuah negeri dan bahkan sebuah umat. Mengapa mereka dihancurkan? Apakah Allahsubhanahu wata’ala berbuat zhalim kepada mereka? Tidak sama sekali, bahkan itulah balasan kezhaliman yang mereka lakukan. Allah subhanahu wata’ala befirman, artinya, “Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Huud:101)

Berikut ini di antara sebab-sebab mengapa sebuah negeri atau umat dihancurkan. Jika di suatu tempat telah tampak sebab-sebab ini maka artinya mereka sedang menunggu kebinasaan dan kehancuran dari Allah subhanahu wata’ala
1. Kezaliman

Kezaliman merupakan sebab paling dominan mengapa Allah subhanahu wata’ala menghancurkan sebuah negeri. Allah subhanahu wata’ala berfirman, ertinya,

“Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS Huud:102) Continue reading